Pengukuhan ASOBSI Kabupaten Gresik Perkuat Gerakan Zero Waste dan “Sampahku Tanggung Jawabku”
GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmennya dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui kolaborasi multipihak. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus Asosiasi Bank Sampah Seluruh Indonesia (ASOBSI) Kabupaten Gresik masa bakti 2022–2024 yang dirangkaikan dengan Visioning Workshop pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Program Pengembangan TPST SAMTAKU Ngipik antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan PT Danone Aqua. Penandatanganan tersebut sebelumnya dilaksanakan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Gresik ke-48 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-535 pada tahun 2022.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gresik ingin membangun kesamaan visi dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah modern dengan konsep zero waste atau minim sampah. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi masyarakat terkait pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan persampahan yang terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat perlu terus diperkuat agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, menyamakan persepsi seluruh pihak terkait mengenai pentingnya tata kelola persampahan demi mewujudkan Kabupaten Gresik Zero Waste. Kedua, mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat melalui gerakan “Sampahku Tanggung Jawabku”. Ketiga, membangun komitmen bersama dalam berbagi peran dan fungsi guna mendukung pembangunan sanitasi yang lebih baik di Kabupaten Gresik.
Acara tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari DPRD Kabupaten Gresik, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, camat, kepala desa dan lurah, DPD ASOBSI, PT Reciki, hingga Yayasan Pengembangan Citra Insan Indonesia (YPCII).
Selain pengukuhan pengurus ASOBSI, kegiatan juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. YPCII sebagai pelaksana Program Edukasi SAMTAKU memaparkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah rumah tangga. Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Gresik yang mengikuti kegiatan secara virtual turut memberikan dukungan terhadap penguatan regulasi dan pembiayaan program persampahan di tingkat desa.
Sebanyak 34 orang pengurus ASOBSI Kabupaten Gresik resmi dilantik oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Ir. Mukh. Najikh. Para pengurus yang dilantik diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis bank sampah dan ekonomi sirkular.
Dalam sesi diskusi, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gresik, Solahuddin dan Hamdi, menyampaikan komitmennya untuk membantu desa-desa yang membutuhkan dukungan pembiayaan program pengelolaan sampah. Dukungan tersebut dapat berupa regulasi, fasilitasi kerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR, hingga bantuan pengembangan infrastruktur persampahan.
Mereka juga membuka peluang komunikasi informal bersama masyarakat dan pengelola sampah melalui forum diskusi santai guna membahas solusi konkret persoalan sampah di Kabupaten Gresik. Langkah tersebut dinilai penting agar koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Adapun kebutuhan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di desa nantinya akan dipenuhi melalui beberapa skema pembiayaan. Di antaranya melalui Bantuan Keuangan Desa (BKD) oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh Bappeda, serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.
Dengan adanya pengukuhan ASOBSI Kabupaten Gresik ini, diharapkan lahir gerakan kolektif yang mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Gresik optimistis bahwa melalui kolaborasi multipihak dan partisipasi aktif masyarakat, target menuju Gresik Zero Waste dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Berlangganan
Dapatkan berita dan pembaruan terbaru dari YPCII langsung ke kotak masuk Anda.